fungsi master silinder

Komponen rem pada mobil bukan hanya tuas rem dan juga kampas rem saja, tapi juga master silinder. Fungsi master silinder hampir memengaruhi seluruh kinerja rem, karena itu perawatannya pun perlu diperhatikan. 

Bagaimana cara Anda menggunakan rem bahkan sering servis akan membuat Anda tahu jika master silinder mengalami kerusakan lebih dini. Dengan begitu, perbaikan lebih awal bisa Anda lakukan dan mobil pun tetap aman. 

Apa saja fungsi dan pengertian dari master silinder hingga komponennya? Kenali secara lengkap agar Anda lebih mudah untuk melakukan perawatan. 

Pengertian dan Fungsi Master Silinder

Pengertian master silinder adalah salah satu komponen dalam sistem pengereman yang bekerja mentransfer tekanan hidrolik dari pedal ke silinder. Berkat komponen ini, pengontrolan rem akan lebih efisien dan aman. 

Ketika bekerja, master silinder dapat membantu penekanan piston ke setiap silinder roda mobil dan kendaraan dapat perlahan berhenti. Tanpanya, tidak ada sistem hidrolik dan mobil harus bersiap pengereman blong. 

Letak master silinder adalah pada ruang mesin mobil sekitar firewall. Ukurannya pun cenderung kecil hanya beberapa inci saja, tapi memiliki peran yang sangat besar. 

Selain itu, fungsi master silinder adalah untuk wadah mengisi ulang sistem hidrolik. Dengan begitu, kendaraan pun dapat Anda kendarai dengan lancar dan aman. 

Baca Juga: 6 Cara Memeriksa Rem Mobil dengan Mudah Tanpa ke Bengkel

Mengenal Komponen Master Silinder 

Untuk bisa bekerja dengan normal, master silinder memiliki beberapa komponen penting lain yang mendukung kinerjanya, yaitu: 

1. White Cap 

Pertama adalah white cap yang merupakan penutup tangki pada wadah minyak rem. Tanpa penutup ini, minyak rem berisiko bocor, membasahi master silinder dan membuatnya tidak berfungsi. 

2. Diaphragm 

Merupakan komponen seal berbentuk karet yang akan melindungi master silinder. Apabila terjadi kebocoran maupun guncangan, seal inilah yang terlebih dahulu akan rusak. 

Karena terbuat dari karet, maka diagram memiliki intensitas kerusakan yang lebih sering. Anda perlu rutin menggantinya agar master silinder tetap berfungsi dengan baik. 

3. Reservoir Tank 

Sesuai dengan namanya, komponen inilah yang akan bekerja menampung minyak cadangan. 

Dengan minyak ini, master silinder dapat bekerja mendapatkan dan mentransfer tekanan hidrolik. 

Baca Juga: 4 Cara Cek Sistem Rem Mobil, Penting Diketahui!

4. Level Sensor 

Salah satu komponen yang akan mentransfer untuk menginformasikan apakah minyak rem dalam volume yang tepat. Jika volumenya berkurang, level sensor akan mengirimkan sinyal ke ECU. 

Dari informasi ini, Anda bisa mengetahui pada bagian dashboard mobil apakah perlu untuk mengganti atau menambahkan minyak rem. 

5. Primary Piston 

Sebuah komponen yang memiliki dua seal pada bagian ujungnya. Sebagai piston utama, fungsinya adalah mengompresikan minyak rem dalam master silinder. 

6. Master Cylinder Body 

Komponen yang merupakan wadah terluar dari master silinder. Wadah ini akan mengoptimalkan fungsi dari master silinder selama bekerja mentransfer tekanan.

7. Return Spring 

Komponen yang merupakan pegas dengan fungsi agar posisi piston bisa kembali seperti semula. 

Tanpa return spring, sistem rem tidak akan bekerja atau mengalami kunci yang membuat rem mengeras. 

Return spring juga memerlukan perawatan rutin. Komponen ini mudah rusak karena tergerus air terus menerus yang memicu karat. 

8. Secondary Piston 

fungsi master silinder

Komponen yang berada di bagian rem belakang yang juga memiliki seal pada setiap ujungnya. Fungsinya adalah sebagai pengaman dari piston utama untuk memperkuat pengereman. 

Baca Juga: 8 Fungsi Kampas Rem pada Mobil, Jangan Dianggap Sepele!

9. Return Part 

Sesuai dengan namanya, komponen ini berfungsi untuk saluran agar minyak rem kembali ke reservoir tank. 

Tanpanya, minyak rem hanya akan terjebak dan membuat tekanan hidrolik berkurang. 

10. Inlet Port

Salah satu saluran yang berfungsi untuk pengisian minyak rem dari reservoir tank. Saluran ini juga tidak boleh tersumbat agar minyak rem bisa keluar masuk dengan aman. 

Cara Kerja Master Silinder

Setelah mengetahui fungsi master rem hingga komponennya, kini Anda perlu mengetahui juga cara kerjanya. Berikut cara kerja dari master silinder dalam beberapa situasi: 

1. Ketika Menginjak Pedal Rem 

Saat pedal rem tertekan oleh kaki, maka akan muncul dorongan pada piston utama ke arah depan dari push rod. Inilah tekanan yang terdapat pada ruang utama dalam memulai pengereman. 

Anda yang menekan lebih dalam akan membuat tekanan dari piston utama dan sekunder semakin meningkat. 

Akibatnya, fungsi master silinder yang mengubah tekanan hidrolik akan membuat kampas rem bergerak maju. 

2. Ketika Melepaskan Pedal Rem 

Anda yang melepaskan pedal rem saat ingin menghentikan pengereman, akan membuat tekanan pada tuas menghilang. Dari gerakan ini, return spring akan bekerja mengembalikan piston utama ke posisi semula atau netral. 

Pada proses ini, master silinder akan minyak rem kembali ke wadah penampungan karena tidak ada tekanan hidrolik. Roda pun dapat berjalan kembali seperti normal. 

3. Pedal Rem dalam Kondisi Bebas 

Bagaimana jika Anda tidak sedang menginjak atau melepaskan pedal rem? Dalam kondisi ini, master silinder tidak bekerja, piston utama dan sekunder, serta pegas akan ada di tengah lubang kompensasi dan penambahan. 

Sedangkan minyak rem ada di posisi yang terhubung dengan ruang kerja. Sementara bagian ruang tekan pun akan lebih rendah. 

Jenis Kerusakan Umum pada Master Silinder 

fungsi master silinder

Wajar jika terdapat kerusakan pada master silinder akibat penggunaan sistem rem yang sering. Pasalnya, komponen ini memiliki bagian yang bisa mengalami kerusakan dan perlu perbaikan segera. 

1. Terjadi Kebocoran 

Termasuk hal yang sering terjadi adalah bocornya minyak rem akibat usia komponen seperti seal yang sudah lama. Bocornya minyak rem akan memengaruhi fungsi master silinder, karena tidak ada tekanan hidrolik  yang dialirkan. 

Kebocoran bisa Anda atasi dengan mengganti seal karet yang rusak, sehingga minyak rem berada dalam wadah yang tepat. 

2. Kendaraan Sulit Berhenti 

Akibat minyak rem yang bocor, tekanan hidrolik pun menjadi berkurang. Karena tekanan menurun, rem tidak dapat membuat kampas rem memberikan tekanan kuat pada cakram. 

Inilah yang membuat mobil menjadi sulit berhenti dan meningkatkan risiko kecelakaan. 

3. Pedal Rem Terasa Tenggelam 

Akibat lain dari tekanan hidrolik yang menurun adalah Anda akan merasa pedal rem tenggelam saat menginjaknya. Pengereman pun sulit dilakukan yang juga meningkatkan bahaya kecelakaan. 

Biasanya, hal ini terjadi karena seal pada master silinder sudah tipis atau aus. Bisa juga karena kondisi kampas rem yang sudah sangat aus. 

Perawatan Penting untuk Sistem Pengereman 

Merawat sistem pengereman termasuk master silinder akan mengamankan Anda dari bahaya kecelakaan. Perawatannya pun bukan sekedar servis, tetapi juga bagaimana gaya Anda berkendara. 

1. Ganti Minyak Rem dengan Rutin

Minyak rem adalah kunci utama untuk menghasilkan tenaga hidrolik untuk menggerakan fungsi master silinder. Karena pemakaian, minyak rem bisa berubah menjadi cair bahkan volumenya berkurang. 

Anda sebaiknya mengganti minyak rem ini secara rutin agar fungsinya tetap bagus. Penggantian umumnya adalah sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer yang ditempuh setelah 2 tahunan. 

2. Hindari Pengereman Mendadak 

Sebisa mungkin, Anda sebaiknya tidak mengerem secara mendadak. Selain berbahaya, pengereman mendadak dapat membuat kampas cepat aus. 

Supaya aman, Anda bisa menjaga jarak setiap mengemudi. Cara ini memudahkan Anda untuk memiliki jarak menghentikan kendaraan tanpa mengerem mendadak. 

3. Jangan Meletakkan Kaki di Pedal Rem 

Perawatan juga termasuk menerapkan gaya berkendara yang tepat. Jika Anda sering meletakkan kaki pada pedal rem, maka akan membuat master silinder bekerja terus menerus. 

Kebiasaan ini juga akan membuat master silinder cepat aus sehingga perlu penggantian lebih sering. 

Pastikan Semua Komponen Mobil Berfungsi Optimal dengan Inspeksi 

Dengan fungsi master silinder yang sangat krusial, komponen ini selalu masuk daftar pengecekan utama sebelum membeli mobil bekas. 

Apabila ingin memastikannya dalam kondisi baik, menggunakan jasa inspeksi CarsCheck bisa jadi solusi. 

Bersama CarsCheck, Anda juga bisa memastikan komponen mesin, transmisi, hingga dokumen aman. 

Karena itu, Anda bisa mengetahui pula penawaran harga yang tepat dan mengecek apakah mobil aman untuk jangka panjang. 

Tidak ingin salah beli mobil? Cek mobil bekas dari CarsCheck sekarang juga!

FAQ

Berapa biaya mengganti master silinder? 

Tergantung jenis mobil, tapi biasanya mulai dari Rp300.000. 

Seberapa sering master silinder bisa rusak? 

Sangat jarang rusak, terutama jika mengendarai mobil dengan baik. 

Bisakah mobil dikendarai tanpa master silinder? 

Mobil tetap bisa berjalan tapi tanpa adanya sistem rem yang berfungsi baik dan aman.

Related Post

Social Media

Random Post

01

04