Jika tidak pintar-pintar memilih, maka membeli mobil bekas justru bisa membuat pengeluaran jauh lebih tinggi. Salah satu hal yang wajib diketahui pembeli adalah cara cek mobil bekas banjir.
Kondisi banjir umum terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sayangnya, rendaman banjir akan mempengaruhi performa mobil. Bahkan akibat banjir bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang.
Mari simak selengkapnya bagaimana cara mendeteksi mobil yang pernah terendam banjir.
Cara Cek Mobil Bekas Banjir
Tanda mobil pernah terkena banjir sering kali tidak terlihat jelas sehingga perlu pengecekan dengan teliti. Berikut beberapa tips untuk mengeceknya:
1. Daerah Asal Mobil
Hal pertama yang perlu Anda periksa yaitu daerah asal mobil atau alamat pemilik sebelumnya. Caranya, yaitu dengan mengecek informasi pada STNK.
Anda wajib mewaspadai mobil yang berasal dari daerah rawan banjir. Meskipun tidak semua mobil dari daerah tersebut terkena rendaman banjir, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali.
Beberapa kota besar terkenal menjual mobil bekas banjir, seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya. Maka Anda perlu mengecek baik-baik reputasi dari penjual yang berasal dari kota tersebut.
Baca Juga: 5 Cara Cek Ketebalan Ban Mobil, Owner Wajib Tahu!
2. Harga Sangat Murah
Cara tahu mobil bekas banjir yang selanjutnya yaitu dari harganya. Mobil bekas yang ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dari rata-rata patut Anda curigai.
Sangat penting bagi pembeli mobil bekas untuk tidak mudah tergiur harga murah. Apalagi jika mobil merupakan tipe yang populer seperti SUV dan MPV dari merk ternama.
Normalnya, mobil yang banyak diminati pembeli akan ditawarkan dengan harga yang bersaing. Sehingga penawaran yang lebih rendah biasanya bertujuan untuk menggoda calon pembeli awam supaya tergiur.
Tips untuk menghindarinya adalah dengan melakukan riset harga pasar untuk jenis mobil yang Anda incar. Bandingkan juga merk, tahun produksi, dan angka km.
3. Perhatikan Adanya Waterline
Pengecekan waterline (garis air) termasuk cara cek mobil bekas banjir yang tidak boleh terlewat.
Waterline merupakan garis yang terbentuk dari bekas rendaman banjir. Garis ini bisa Anda temukan pada berbagai bagian mobil, seperti lampu depan atau belakang yang terlihat berembun.
Bagian lain yang juga sering memiliki waterline yaitu dashboard, panel pintu, kolong mobil, bagasi, dan kabin mesin.
4. Kabin Beraroma Tidak Sedap
Masuknya air ke dalam kabin sering kali menyebabkan ruang kabin menjadi lembab. Padahal kelembaban mengundang tumbuhnya jamur yang membuat kabin menjadi bau apek.
Bukan itu saja, air banjir yang kotor dapat meresap ke dalam busa jok dan bagian interior lain, sehingga meninggalkan aroma tanah yang khas.
Anda bisa mengecek aroma kabin dengan menutup rapat semua pintu dan jendela. Terkadang penjual berusaha menutupi bau tidak sedap dalam kabin dengan menggunakan parfum yang aromanya lebih menyengat.
5. Pengecekan Interior
Pengecekan interior secara menyeluruh dapat membantu Anda mengetahui mobil bekas banjir.
Salah satu indikasi rendaman banjir yang tampak jelas yaitu lapisan interior yang terlihat kusam atau pudar. Sebagai contoh, kain jok yang belang dan memiliki noda bekas air.
Selain itu, periksa juga bagian-bagian tersembunyi seperti kolong jok dan lantai kabin. Mobil yang pernah terendam banjir kerap memiliki interior yang kurang baik. Bahkan walaupun sudah dibersihkan dan dikeringkan.
Beberapa tanda yang perlu Anda cek yaitu adanya endapan di tempat tersembunyi seperti pada bawah kursi, lantai mobil, bawah karpet mobil, dan karet pintu.
6. Sistem Kelistrikan Bermasalah
Sistem kelistrikan sangat rentan rusak akibat terkena air. Maka dari itu, Anda bisa mengecek mobil bekas banjir dari menguji perangkat elektronik, seperti lampu, AC, wiper, audio, dan sebagainya.
Biasanya, pengecekan sistem kelistrikan dilakukan selama test drive. Anda perlu mencoba berbagai perangkat elektronik dan memastikan semuanya masih berfungsi dengan baik.
Adanya komponen yang bermasalah, misalnya lampu berkedip atau AC tidak dingin dapat menandakan mobil pernah terendam banjir.
Periksa juga lampu indikator EPS (Electric Power Steering) pada dashboard. Pasalnya, EPS termasuk komponen yang sering rusak akibat terendam banjir. Maka indikator EPS yang menyala patut Anda waspadai.
7. Mesin Berbunyi Kasar
Termasuk juga cara cek mobil bekas banjir yaitu mendengarkan suara mesin saat menyala. Sama seperti pengecekan sistem kelistrikan, langkah ini bisa Anda lakukan selama test drive.
Mobil yang pernah terkena banjir umumnya mengeluarkan bunyi mesin yang lebih kasar. Hal ini karena terdapat kerusakan internal yang sulit untuk pulih sepenuhnya meskipun sudah mendapatkan perbaikan.
Penyebabnya sendiri bisa bervariasi, mulai dari oli bercampur air, hingga hilangnya lapisan grease dari butiran dalam komponen bearing. Kondisi tersebut menyebabkan muncul bunyi kasar saat mesin mulai bekerja.
Baca Juga: 7 Cara Mengetahui Mesin Mobil Masih Bagus dan Bandel
8. Cek Oli dan Filter Udara
Cara mengecek mobil bekas banjir yang berikutnya adalah dengan memeriksa kondisi oli dan filter udara.
Saat banjir merendam mobil, maka terdapat kemungkinan air masuk ke dalam mesin. Alhasil, oli menjadi terkontaminasi dengan air sehingga warnanya berubah menjadi coklat-putih seperti kopi susu.
Di samping itu, masuknya air ke mesin juga membuat filter udara menjadi basah atau lembab. Hal ini bisa Anda kenali dari filter yang terlihat basah atau memiliki bekas air.
9. Adanya Karat dan Korosi
Ciri bekas rendaman banjir yang terlihat jelas juga bisa Anda amati pada komponen logam, berupa adanya korosi dan karat.
Korosi dan karat masih tetap ada meskipun mobil sudah dibersihkan dan dikeringkan. Munculnya karat pada komponen logam terjadi karena paparan air dalam jangka waktu cukup lama dan pembersihan yang kurang sempurna.
Namun, tanda korosi dan karat terkadang tidak terlihat jelas. Apalagi jika muncul pada bagian yang tersembunyi seperti bumper, bawah jok, dan baut rem tangan.
Cek juga bagian berbahan logam lainnya seperti engsel dan pegangan pintu.
Bahaya Membeli Mobil Bekas Banjir
Membeli mobil bekas yang pernah terkena banjir bisa menyebabkan Anda merugi karena berbagai alasan berikut:
1. Nilai Jual Kembali Rendah
Pernah terendam banjir membuat mobil bekas jadi memiliki catatan buruk. Mengingat berbagai risiko yang merugikan, maka banyak dealer dan pembeli enggan untuk memilih mobil bekas banjir.
2. Rentan Kerusakan Jangka Panjang
Rendaman banjir berpotensi menimbulkan berbagai kerusakan yang sulit ditangani meskipun sudah mendapatkan perbaikan. Sehingga mobil seringkali memiliki masalah tersembunyi yang muncul beberapa saat setelah pembelian.
3. Risiko Keselamatan Berkendara
Banjir dapat berdampak buruk pada komponen penting seperti sistem pengereman dan sistem keamanan. Alhasil, keselamatan berkendara bisa ikut terpengaruh.
Baca Juga: Begini 5 Cara Cek Cakram Rem Mobil dari Rumah!
Solusi Praktis Pengecekan Mobil Bekas Banjir
Meskipun mengetahui risikonya, kebanyakan pembeli awam tidak mengerti betul cara cek mobil bekas banjir. Terlebih lagi, karena pengecekan melibatkan berbagai bagian yang tersembunyi.
CarsCheck menyediakan jasa inspeksi mobil bekas yang detail dan menyeluruh untuk membantu Anda mendapatkan mobil berkualitas. Kami juga memberikan garansi mobil bekas yang berlaku hingga setahun. Yuk, hubungi CarsCheck sekarang juga!
Erwin Juntoro telah menggeluti dunia otomotif sejak tahun 2018. Dengan latar belakang pendidikan dari SMK Otomotif, Erwin memiliki keterampilan yang baik mengenai kelistrikan, mesin, transmisi, dan modifikasi kendaraan. Saat ini ia aktif berbagi pengetahuan di website CarsCheck.