Mempertimbangkan konsumsi BBM mobil LCGC vs SUV sangat penting terutama sebelum Anda membeli mobil bekas.
Satu mobil sangat hemat dan sederhana, dan ada juga yang condong tampil gagah meski lebih rakus BBM.
Jika Anda sedang bingung memilih salah satunya, mari simak perbandingan lengkap antara mobil LCGC dengan SUV dari segi bahan bakar.
Baca Juga: City Car Murah Mana Yang Paling Irit Agya atau Ayla
Perbandingan Konsumsi LCGC vs SUV, Pilih Mana?
Penasaran dengan perbedaan tipe mobil ini berdasarkan konsumsi bahan bakarnya? Simak lengkap di sini:
1. Konsumsi BBM LCGC
Mobil LCGC atau Low Cost Green Car hadir dengan satu misi yakni hemat bahan bakar. Regulasi dari Kemenperin bahkan mengharuskan mobil ini minimal mencapai efisiensi 20 km per liter.
Artinya, setiap produsen memang merancang LCGC dengan mesin kecil dan bobot ringan supaya irit di jalan.
Kalau lihat contoh nyata, Honda Brio Satya bisa tembus antara 16,9 sampai 22,6 km per liter tergantung kondisi jalan.
Toyota Agya sedikit lebih rendah di dalam kota, sekitar 15,1 km per liter, tapi bisa naik sampai 20,7 km per liter di tol.
Kemudian, golongan mobil LCGC Daihatsu Ayla juga serupa, 14,7 km per liter di dalam kota dan 20,7 km per liter di jalan tol.
Model lain seperti Suzuki Karimun Wagon R dan Toyota Calya rata-rata juga berada di kisaran 20 km per liter.
Bahkan ada yang mengklaim Brio Satya mampu mencapai 24 km per liter pada kondisi ideal.
Singkatnya, konsumsi BBM LCGC biasanya berkisar antara 15 hingga 24 km per liter. Angka ini membuat LCGC jadi opsi tepat bagi Anda yang pakai mobil harian untuk rutinitas di dalam kota, karena tidak bikin kantong bolong setiap kali isi bensin.
Baca Juga: Catat Nih Mobil MPV Paling Irit di Tanah Air – CarsCheck
2. Konsumsi BBM SUV Konvensional
Konsumsi BBM mobil LCGC vs SUV tentu berbeda. Biasanya karena bodi dan cc mesin yang berbeda pula.
SUV, memiliki mesin berkapasitas lebih besar daripada LCGC dan karena itu, biasanya lebih boros bahan bakar.
Dengan mesin lebih besar dan bobot lebih berat, SUV konvensional sulit menyamai efisiensi LCGC.
Contoh realnya, Hyundai Creta mencatat konsumsi sekitar 13,4 km per liter di dalam kota. Mitsubishi XForce sedikit lebih baik di 14,4 km per liter.
Honda HR-V SE justru bisa jatuh cukup boros, hanya 8,5 km per liter dalam kondisi macet. Toyota Yaris Cross versi standar juga tidak terlalu efisien, sekitar 10,1 km per liter.
Jadi rata-rata SUV konvensional ada di kisaran 8 sampai 14 km per liter di dalam kota, dan bisa mencapai 13 sampai 15 km per liter di jalan tol.
Baca Juga: 7 Mobil Tua Irit BBM dan Murah Perawatan Paling Recommended
3. Konsumsi BBM SUV Hybrid
Tren mulai berubah ketika produsen menghadirkan SUV hybrid. Teknologi elektrifikasi membuat konsumsi BBM bisa jauh lebih irit.
Toyota Yaris Cross Hybrid, misalnya, mampu mencapai 24,5 km per liter angka yang biasanya hanya kita temukan di mobil kecil.
Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid bahkan mengklaim bisa 28 km per liter, bahkan 34,5 km per liter jika mengacu metode pengujian Jepang.
Dengan kata lain, SUV hybrid bisa menyamai atau bahkan mengalahkan LCGC dalam hal efisiensi bahan bakar, tapi tetap memberi Anda kabin lega dan tampilan SUV yang lebih stylish.
Konsumsi BBM mobil LCGC vs SUV memang punya perbedaan mencolok. LCGC tetap unggul untuk Anda yang mencari kendaraan ekonomis, ringan, dan simpel untuk aktivitas sehari-hari. SUV konvensional lebih boros, tapi menawarkan kepraktisan dan prestise.
Sebagai jalan tengah, pertimbangkan SUV hybrid dengan efisiensi sekelas LCGC dengan semua kelebihan SUV.
Selain mempertimbangkan soal efisiensi bahan bakar, membeli mobil bekas juga wajib melakukan pengecekan sebelum deal.
Demi membantu Anda dapat unit terbaik, jasa inspeksi dari CarsCheck bisa jadi andalan. Hubungi sekarang!
Erwin Juntoro telah menggeluti dunia otomotif sejak tahun 2018. Dengan latar belakang pendidikan dari SMK Otomotif, Erwin memiliki keterampilan yang baik mengenai kelistrikan, mesin, transmisi, dan modifikasi kendaraan. Saat ini ia aktif berbagi pengetahuan di website CarsCheck.