Kalau Anda pakai mobil manual, salah satu masalah yang bikin kepala pening adalah kopling selip. Penyebab kopling selip bisa beragam. Dari pegas kopling yang sudah mulai melemah, hingga usia pemakaian.
Gejalanya biasanya tenaga mesin terasa lari, tapi roda tidak dapat tenaga penuh. Bahkan kadang mobil susah nanjak, padahal Anda sudah menginjak pedal gas dalam-dalam. Masalah ini kelihatannya sepele, tapi kalau dibiarkan bisa merembet ke komponen lain.
Mau tahu apa penyebab kopling selip? Simak lengkapnya di sini.
Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bau Kopling Mobil, Jangan Dibiarkan!
Seperti Apa Kondisi Kopling Mobil yang Selip?
Sebenarnya, seperti apa, sih, kondisi kopling mobil yang selip itu? Apa yang sebenarnya terjadi?
Kopling selip terjadi ketika kampas kopling gagal menyalurkan tenaga mesin secara penuh ke transmisi.
Kondisi ini bikin tenaga mesin seolah terbuang, karena putaran mesin naik tapi roda tidak bergerak sesuai seharusnya.
Kopling yang selip biasanya muncul saat kampas menipis, permukaan licin karena terkena oli, atau tekanan dari pegas dan pressure plate melemah.
Kalau mobil kamu mengalami kondisi ini, akselerasi akan berkurang drastis dan kemampuan menanjak ikut melemah.
Intinya, kopling selip menggambarkan situasi di mana hubungan antara mesin dan roda tidak lagi solid sehingga performa mobil terasa loyo.
Apa Saja Penyebab Kopling Selip?
Sebelum datang ke bengkel, baiknya memang tahu dulu apa saja yang memicu selipnya kopling mobil Anda. Selengkapnya bisa cek ini:
1. Pegas Kopling Melemah
Pertama, yakni melemahnya pegas kopling. Pegas kopling adalah komponen yang tugasnya menekan pressure plate agar kampas kopling bisa menempel sempurna.
Ketika Anda menginjak pedal kopling, pegas akan menekan dan melepas sesuai kebutuhan.
Kalau pegas ini melemah karena usia atau pemakaian, tekanannya jadi tidak maksimal.
Hasilnya, kampas kopling tidak bisa menempel dengan kuat pada flywheel. Akibatnya tenaga dari mesin bocor dan tidak sepenuhnya tersalur ke transmisi. Itulah kenapa mobil terasa kurang bertenaga meski putaran mesin sudah tinggi.
Penyebab kopling selip mobil ini biasanya sering dialami mobil yang sudah berumur atau sering kena macet, di mana Anda harus sering memainkan pedal kopling.
Walaupun komponen kecil, peran pegas ini sangat krusial. Jadi kalau sudah lemah, satu-satunya jalan adalah menggantinya.
Baca Juga: Perhatikan, Ini 8 Ciri-ciri Kampas Kopling Mobil Habis!
2. Kampas Kopling Aus
Penyebab kopling selip pada mobil selanjutnya adalah kampas kopling aus. Ini penyebab paling klasik.
Kampas kopling bekerja dengan cara bergesekan langsung dengan flywheel. Setiap kali Anda ganti gigi, kampas ini harus menahan gesekan agar tenaga mesin bisa tersalurkan.
Lama-kelamaan, gesekan terus-menerus membuat kampas menipis dan akhirnya aus.
Kalau kampas sudah aus, gejala yang muncul bisa macam-macam. Mobil jadi susah masuk gigi, akselerasi terasa berat, dan saat jalan menanjak mobil gampang kehilangan tenaga. Bahkan kadang muncul bau gosong akibat gesekan berlebih.
Kampas kopling punya umur pakai tertentu. Kalau mobil sering Anda gunakan di jalanan padat, sering bawa beban berat, atau gaya berkendaranya kasar (misalnya suka setengah kopling di tanjakan), umur kampas akan jauh lebih pendek.
Jadi kalau sudah aus, tidak ada pilihan lain selain ganti baru.
3. Pressure Plate atau Cakram Kopling Rusak atau Aus
Kampas kopling selip bisa juga terjadi karena cakram kopling rusak atau aus. Selain kampas, ada juga pressure plate dan cakram kopling yang ikut bekerja keras menyalurkan tenaga mesin.
Komponen ini harus menahan panas tinggi dan gesekan yang konstan. Akibatnya, bentuknya bisa berubah, tidak rata, atau bahkan aus.
Kalau pressure plate sudah tidak rata, permukaan yang bersentuhan dengan kampas kopling tidak bisa rapat.
Hal ini membuat tekanan berkurang dan tenaga yang ditransfer ikut hilang. Kondisi ini mirip seperti kampas kopling aus, tapi biasanya lebih parah karena melibatkan komponen inti.
Gejala umumnya, mobil terasa bergetar saat Anda melepas pedal kopling, ada suara aneh, dan tentu saja tenaga loyo. Ini pun bisa jadi salah satu penyebab kopling selip.
4. Ada Oli atau Transmisi yang Mencemari Area Kopling
Masalah lain yang sering bikin kopling selip adalah adanya oli yang bocor. Oli mesin atau oli transmisi bisa merembes ke area kopling, lalu menempel di kampas maupun cakram. Permukaan yang harusnya kasar jadi licin karena tertutup lapisan oli.
Akibatnya kampas tidak bisa menggigit flywheel dengan baik. Sama seperti ban yang licin di jalan basah, kampas kopling yang terkena oli tidak bisa menyalurkan tenaga mesin secara penuh.
Gejalanya biasanya terasa ketika mobil dibawa jalan jauh atau menanjak, kopling jadi gampang slip meski kampas masih tebal.
Kalau kasusnya seperti ini, ganti kampas saja tidak cukup. Anda perlu memastikan sumber kebocoran oli. Misalnya dari seal crankshaft atau transmisi, benar-benar Anda perbaiki. Kalau tidak, maka kampas baru pun bisa cepat rusak lagi.
5. Komponen Kopling Sudah Uzur atau Umur Pemakaian Tinggi
Salah satu penyebab kopling selip adalah komponen yang usia pemakaiannya sudah tinggi.
Kopling adalah komponen mekanis yang punya umur. Seiring waktu, hampir semua bagiannya akan aus.
Mulai dari kampas, pegas, pressure plate, hingga bantalan pembebas. Kalau mobil sudah berumur, apalagi sering dipakai kasar atau bawa muatan berlebih, keausan akan terjadi lebih cepat.
Komponen yang sudah tua biasanya tidak bisa lagi bekerja dengan performa maksimal. Kopling jadi terasa berat, tidak nyaman, dan rentan selip.
Di titik ini, perbaikan parsial kadang tidak cukup. Jalan terbaiknya adalah melakukan penggantian satu set kopling agar performa mobil kembali normal.
Pastikan Kopling Mobil Bekas Idaman Anda Tidak Bermasalah!
Tahu penyebab-penyebab ini juga penting, terutama jika Anda ingin membeli mobil bekas. Sebelum beli, pastikan koplingnya tidak bermasalah.
Kalau bingung ceknya, sebaiknya hubungi tim dari CarsCheck. Kami akan membantu proses inspeksi ketat dan mendetail. Jaminan puas dengan hasil pengecekan!
Erwin Juntoro telah menggeluti dunia otomotif sejak tahun 2018. Dengan latar belakang pendidikan dari SMK Otomotif, Erwin memiliki keterampilan yang baik mengenai kelistrikan, mesin, transmisi, dan modifikasi kendaraan. Saat ini ia aktif berbagi pengetahuan di website CarsCheck.