Mobil Listrik vs Mobil Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print
mobil listrik vs mobil konvensional

Mobil listrik vs mobil konvensional menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi Anda yang ingin membeli kendaraan baru. Karena di Indonesia popularitas mobil listrik memang sedang sangat tinggi-tingginya. 

Apalagi kendaraan ini juga menawarkan banyak kelebihan. Akan tetapi, mobil konvensional juga tidak kalah dari segi kemudahan dan juga fleksibilitasnya. Mobil ini juga lebih familiar bagi banyak orang. 

Perbedaan Mobil Listrik vs Mobil Konvensional 

Sebelum memutuskan di antara keduanya, maka perlu Anda ketahui dulu apa perbedaan dari dua jenis mobil ini. Berikut adalah perbedaan tersebut:

1. Cara Kerja dan Bahan Bakar 

Perbedaan mobil listrik dan konvensional yang pertama dan utama adalah dari segi cara kerja. Cara kerja mobil listrik adalah dengan menggunakan sumber daya energi yang berupa listrik supaya bisa bergerak. 

Listrik akan tersimpan dalam bentuk baterai dan menjadi penggerak utama dari motor listrik yang ada di dalam mobil. Sementara itu, mobil konvensional adalah mobil yang menggunakan bahan bakar minyak untuk bergerak. 

Bahan bakar ini nantinya akan terbakar di dalam mesin IC (Internal Combustion) supaya bisa menghasilkan energi. Nah, energi inilah yang akan membuat mobil bergerak dari roda dan juga transmisinya. 

2. Efisiensi Bahan Bakar 

Pembeda kedua dari mobil listrik dan konvensional adalah dari segi efisiensi. Mobil listrik cenderung membutuhkan bahan bakar yang lebih efisien karena transmisinya yang tidak terlalu kompleks. 

Akan tetapi, bukan berarti mobil konvensional jadi tidak efisien. Karena setiap produsen mobil konvensional sudah memiliki teknologi yang membuat mobil bisa memiliki efisien bahan bakar yang lebih baik. 

3. Tingkat Keamanan 

Perbedaan mobil listrik dan bensin lainnya adalah dari segi keamanan. Mobil listrik memiliki resiko kerentanan yang lebih tinggi daripada mobil konvensional ketika di jalan raya, terutama saat musim hujan. 

Karena ketika banjir, terdapat resiko konsleting yang bisa saja terjadi di beberapa komponen mobil listrik. Inilah yang kemudian menjadi kelebihan mobil konvensional yang terbilang sudah teruji di banyak kondisi. 

Bahkan dalam kondisi musim hujan dan banjir pun, mobil konvensional umumnya bisa melewatinya dengan baik. 

Baca Juga: Analisa Lengkap Kalau Kamu Beli Mobil Listrik

4. Emisi 

Salah satu kelebihan kendaraan listrik adalah dari segi emisi. Mobil listrik tidak akan mengeluarkan emisi yang bisa memberikan dampak buruk pada lingkungan. Inilah yang membuat kendaraan ini lebih ramah lingkungan. 

Sementara itu, kendaraan konvensional dengan bahan bakar minyaknya bisa menghasilkan emisi yang bisa berdampak untuk kelestarian lingkungan. 

5. Biaya 

Umumnya mobil listrik akan memiliki harga yang lebih mahal daripada mobil konvensional. Hal ini dikarenakan mobil listrik memiliki teknologi yang lebih canggih serta modern. 

Mobil listrik termurah yang bisa Anda beli saat ini ada di kisaran harga 200 juta. Sementara untuk mobil konvensional, sudah banyak yang bisa Anda beli di harga 100 jutaan saja. 

Mobil Listrik vs Mobil Konvensional, Mana yang Lebih Baik? 

mobil listrik vs mobil konvensional

Lantas, manakah yang lebih baik antara mobil listrik vs mobil konvensional? Untuk menjawab hal ini, maka semuanya akan kembali kepada kebutuhan Anda sebagai pengendara. Inilah beberapa poin yang bisa membantu:

1. Performa Mobil 

Jika Anda lebih membutuhkan kendaraan yang punya performa yang baik untuk perjalanan jauh dan lebih tahan banting, maka mobil konvensional adalah pilihan yang tepat. Mobil listrik memang performa akselerasinya lebih baik. 

Akan tetapi, dari segi spesifikasi, tenaga, dan kekuatan mobil pada berbagai situasi, kendaraan konvensional akan jadi pilihan yang lebih tepat. Karena Anda tidak terbatas pada mesin listrik yang masih belum terlalu luas digunakan di Indonesia.

2. Jarak Tempuh Mobil 

Selain mesin, jarak tempuh menjadi poin lain yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih mobil tersebut. Mobil listrik akan memiliki jarak tempuh yang lebih rendah daripada konvensional. 

Hal ini karena keterbatasan daya listrik dan juga kekuatannya untuk menghadapi cuaca buruk. Seperti misalnya ketika hujan yang mana seperti Anda tahu, mobil listrik kurang bisa menghadapi kondisi ini. 

Lain halnya dengan mobil konvensional yang bisa menempuh jarak lebih jauh. Kekuatannya untuk menghadapi berbagai cuaca juga sudah lebih terbukti sehingga Anda tidak perlu khawatir soal perjalanan jauh. 

Baca Juga: Mobil Listrik Nissan Ariya: Spesifikasi, Keunggulan, Harga

3. Kemudahan Pengisian Bahan Bakar 

Tidak bisa dipungkiri jika memang stasiun pengisian daya listrik di Indonesia masih belum terlalu meluas dan masif. Ini juga yang harus menjadi pertimbangan ketika Anda memilih mobil listrik dan mobil konvensional. 

Kelebihan mobil konvensional adalah Anda tidak perlu khawatir akan kesulitan mengisi bahan bakar. Karena seperti yang Anda tahu, SPBU sudah tersedia di mana saja dan tersebar luas di seluruh Indonesia. 

Sementara itu, untuk stasiun pengisian bahan bakar listrik, masih terbatas di kota-kota besar saja. 

Jadi, mobil listrik vs mobil konvensional semuanya kembali pada preferensi dan juga kebutuhan Anda. Jika Anda tidak masalah dengan pertimbangan pengisian daya, jarak tempuh, dan harga yang mahal, maka mobil listrik bisa jadi pilihan yang tepat. 

Akan tetapi, jika Anda mencari kendaraan yang lebih mudah, tidak perlu khawatir cuaca buruk, bisa menghadapi perjalanan jauh, maka mobil konvensional adalah pilihan yang tepat. 

Apalagi saat ini mobil konvensional bekas bisa Anda dapatkan mulai dari 100 jutaan saja. Jadi, tertarik beli mobil tipe yang mana?



Realated Post

Post Terbaru